Puisi: Heru Sang Amurwabumi
bukan karena inilah
angka-angka laba yang amat indah bukan karena inilah
rumah sederhana yang kini kaya melimpah
dan, penghuni rumah selalu ramah
ada banyak biji-biji padi
simbol kemakmuran bunda Sanghyang Sri
rantai-rantai kebersamaan mengikat
menolak untuk tercerai-berai
demi keadilan yang diejawantahkan lukisan timbangan
ada banyak bunga-bunga kapas
satu tangkainya dihias dengan pulas
mereka bermekaran di bawah pohon boddhis
yang rimbun, anggun, serupa nyanyian dongeng mengalun-alun
lantas kulihat sepasang kekasih melenggang
mungkin sedang berbalas sayang
mereka menuntun sebuah kuda besi
dengan wajah berseri-seri
rumah gotong royong memang seperti rindu
menebar entah berapa aroma wangi pinjaman
meski kadang menyerupa candu
tapi karena mereka telah mendirikannya
menjadi rumah paling indah
yang harmonis, selaras, dan bersinergi dengan demokrasi kekeluargaan
bagi kepentingan semua penghuninya
yang berhak memutuskan dan membatalkan
berhak mengatasnamakan
berhak mengumumkan
berhak atas sisa hasil usaha
namun, tidak berhak merobohkan!
sebab sejarah pasti akan mencatat dengan aksara-aksara pekat
bahwa di suatu kurun waktu yang lama
pernah ada sebuah rumah indah di perusahaan kita
yang SUKSES menciptakan kemakmuran
dan kebahagiaan penghuninya
rumah gotong royong, bernama: K O P E R A S I
Sidoarjo dalam gerimis, November 2021
0 Komentar